
METODE KUNJUNG KARYA DALAM PEMBELAJARAN CETAK SISWA PERCAYA DIRI
Oleh : Hendar, S. Pd., M. Si. (Guru MTsN 3 Tasikmalaya)
Metode Metode yang digunakan pada kegiatan pembelajaran seringkali tidak diperhatikan, karena dianggap materi yang tidak berubah. Dengan demikian seringkali siswa merasa bosan dalam mengikuti pelajaran. Salah satu teknik agar siswa lebih bersemangat dalam mengikuti pembelajaran diantaranya dengan mengembangkan metode pembelajaran seperti metode kunjung karya untuk lebih meningkatkan rasa percaya diri siswa.
Pembelajaran kunjung karya ini biasanya dilakukan setelah metode pembelajaran tugas proyek dilakukan. Jenis metode pembelajaran ini membuat siswa untuk saling melihat hasil karya teman-temannya. Mereka dapat mengamati dan juga belajar bertanya. Selain itu, guru dapat mendorong siswa untuk memberikan komentar dan saran yang membangun. Sementara siswa yang karyanya dikunjungi atau dilihat dapat belajar menjawab pertanyaan, menanggapi komentar dan saran secara produktif.
Metode Kunjung Karya ialah metode pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan, karya orang lain sebagai sumber belajar untuk memperoleh pengetahuan.
Artinya metode Kunjung Karya mengunjungi karya orang lain atau kelompok belajar lain, kemudian saling memberi kritik dan saran terhadap hasil karyanya.
Metode Pembelajaran Kunjung Karya merupakan sebuah metode yang memfokuskan kelompok- kelompok belajar peserta didik dalam pembuatan karya berdasarkan kompetensi dasar yang ditentukan. Karakter yang dibangun pada model ini diantaranya adalah percaya diri.
Rasa percaya diri pada Model Pembelajaran Kunjung Karya sangat dibutuhkan terutama saat presentasi hasil karya peserta didik dituntut untuk yakin pada kemampuan dirinya sendiri.
Model Pembelajaran Kunjung Karya juga melatih rasa percaya diri siswa bahwa dia mampu memaparkan, menggambarkan, menjelaskan hasil karyanya kepada peserta didik lain.Termasuk juga keyakinan bahwa hasil karya kelompoknya benar, sudah sesuai dengan tujuan pembelajaran yang diinginkan, ditunjang sumber data lengkap dan dikerjakan dengan sungguh-sungguh.
Berikut adalah langkah-langkah Model Pembelajaran Kunjung Karya. Metode yang dipandang penulis sangat menarik untuk diterapkan dalam tahapan mengomunikasikan adalah Kunjung Karya. Kunjung karya merupakan metode kreatif dan menyenangkan yang mampu mengakomodir kegiatan presentasi atau penyampaian hasil karya pendidik.
Hal penting yang harus dipersiapkan oleh guru sebelum menerapkan metode ini adalah pengelolaan kelas yang baik.
Langkah-langkah metode kunjung karya pada kegiatan mengomunikasikan adalah sebagai berikut:
1. Peserta didik dibentuk dalam kelompok terdiri atas 5-6 orang (Kelompok ini telah terbentuk sejak langkah kegiatan awal pembelajaran).
2. Setiap kelompok memajang hasil karya kelompok pada tempat (stand) yang telah disediakan.
3. Setiap kelompok menentukan salah satu dari anggota kelompok untuk bertugas menjaga stand hasil karya mereka, sementara anggota kelompok lain bertugas mengunjungi kelompok lain sesuai nomor yang diberikan oleh guru.
4. Peserta didik yang menjaga stand bertugas menjawab pertanyaan, menanggapi masukan, serta menjelaskan hasil karya kelompoknya kepada pengunjung dari kelompok lain.
5. Setiap anggota kelompok yang ditugaskan berkunjung ke setiap kelompok diharuskan mengajukan pertanyaan dan masukan kepada peserta didik penjaga stand. Setiap peserta didik mempunyai aktivitas dan tanggung jawab masing-masing untuk kelompoknya.
6. Setiap kelompok melakukan kegiatan secara bersamaan.
7. Setiap anggota kelompok yang berkunjung berpindah dari satu kelompok ke kelompok berikutnya dengan melakukan kegiatan yang sama, dan seterusnya.
8. Kembali duduk ke kelompok masing-masing, begitupun penjaga stand, kemudian melaporkan hasil temuan mereka.
Kecenderungan belajar peserta didik menjadi lebih bermakna dengan memberikan kesempatan terhadap mereka untuk membentuk konsep secara mandiri dengan cara-cara mereka sendiri dan melalui metode-metode pemecahan masalah.
Memotivasi peserta didik kreatif dalam langkah-langkah kegiatan kunjung karya. Menciptakan atmosfer pembelajaran yang menyenangkan. Mengembangkan kompetensi berbahasa dan berkomunikasi yang baik dan benar.
Saat peserta didik berpencar, maka setiap anggota kelompok akan saling bertukar informasi dengan kelompok lain. Melatih peserta didik mengembangkan sikap spiritual dan sosial.
Melatih peserta didik mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan sistematis. Dengan membandingkan hasil kerja kelompoknya dengan hasil kerja kelompok lain, mengindikasikan bahwa guru telah memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis.
Melatih peserta didik mengembangkan kemampuan mengungkapkan pendapat dengan singkat dan jelas. Peserta didik terlibat aktif dalam proses pembelajaran.
Semua anggota kelompok diharuskan melaporkan hasil kunjungannya, demikian pula dengan peserta didik yang menjaga stand. Kegiatan ini memberikan efek peningkatan prestasi belajar dan daya ingat.
Pada metode Kunjung Karya ini, terdapat pula kelemahan, yaitu jika penilaian yang ingin dilakukan adalah menilai keterampilan berbicara peserta didik. Mengapa? Metode kunjung karya dilakukan peserta didik secara bersama-sama dalam waktu yang sama, sehingga terlihat seluruh peserta didik dalam kelompok aktif.
Menurut penulis akan sulit untuk melakukan penilaian karena peserta didik berkomunikasi dalam waktu bersamaan, apalagi jika jumlah populasi peserta didik dalam kelas besar, terkecuali jika pembelajaran dipegang oleh team teaching, tetapi dengan tingkat efektivitas yang rendah.
Kesimpulannya, bahwa kunjung karya bisa dilakukan jika yang ingin dinilai adalah produk belajar peserta didik. Metode ini mudah diterapkan di kelas, dan dengan bantuan peserta didik guru mendapat tambahan tenaga berupa tutor sebaya saat seorang anggoa kelompok bertukar informasi, mengonfirmasi, presentasi, dan bertanya kepada anggota kelompok lainnya.
Sebagai seorang guru, tugas kita adalah terus memperkaya diri dengan berbagai macam teknik, metode, dan model pembelajaran sehingga tercipta proses pembelajaran yang menyenangkan, aktif, dan, kreatif yang mampu mengembangkan daya pikir peserta didik yang pada akhirnya mampu mencapai capaian pembelajaran yang diinginkan. Tentu saja hal tersebut menjadi indikator ketercapaian kompetensi sebagai guru yang profesional.
Itulah Model Pembelajaran Kunjung Karya yang bisa diterapkan di kelas untuk pembelajaran aktif dalam melatih karakter percaya diri peserta didik.
Model Kunjung Karya ini telah kami terapkan pada materi teks pidato persuasif di kelas 9 MTsN 3 Tasikmalaya tahun pelajaran 2023/2024 dan hasil dari penerapan model ini sangat luar biasa, para siswa merasa terlibat langsung dan lebih percaya diri dalam menyajikan materi tersebut.
(Semoga bermanfaat)
|
1562x
Dibaca |
Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...