Selamat Datang di Website Resmi MTSN 3 TASIKMALAYA

Akademik: Karya Ilmiah Guru


Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil Dan Dampak)

Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Peserta didik Dalam Pembelajaran

Penulis : Meti Faroka, S.Pd.

Kegiatan PPL PPG Daljab Tahun 2022 Kemenag - UNISMA

 

Best Practice atau Praktik Baik berikut adalah merupakan uraian cerita praktik baik terkait dengan kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan pada kegiatan PPL ke-1 dan PPL ke-2 Matematika PPG Dalam Jabatan Tahun 2022. Best Practice ini disusun dengan menggunakan Metode STAR (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil dan Dampak). PPG Daljab pada Best Practice ini diselenggarakan oleh Kemenag pada Kampus Universitas Islam Malang (UNISMA). 

 

Lokasi

MTsN 3 Tasikmalaya

Lingkup Pendidikan

Madrasah Tsanawiyah

Tujuan yang ingin dicapai.

  • Aksi PPL Ke-1
  1. Meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dalam menyusun dan menemukan penyelesaian masalah kontekstual persamaan kuadrat dengan metode pemfaktoran menggunakan langkah-langkah pemecahan masalah polya melalui penerapan Model Problem Based Learning (PBL) dengan Pendekatan Saintifik.
  2. Peserta didik dapat mengembangkan kemampuan berliterasi, berpikir kritis, berkomunikasi, bekerjasama, dan berpikir kreatif dengan baik dalam menyelesaikan permasalahan kontekstual persamaan kuadrat dengan bantuan media PPT dan LKPD terbimbing selama proses pembelajaran.
  • Aksi PPL Ke-2
  1. Guru dapat berinovasi dalam pembelajarannya Melalui Model Discovery Learning (DL) dengan Pendekatan Saintifik dan TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge), sehingga peserta didik dapat menganalisis konsep translasi yang dihubungkan dengan masalah kontekstual, mengkonstruksi konsep translasi dan memecahkan masalah kontekstual yang berkaitan dengan konsep translasi untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematika peserta didik.
  2. Peserta didik dapat meningkatkan kemampuan berliterasi, berpikir kritis, berkomunikasi, bekerjasama, dan berpikir kreatif dengan baik dalam mengkonstruksi konsep translasi dan memecahkan masalah kontekstual yang berkaitan dengan konsep translasi dengan bantuan media PPT, video pembelajaran, alat peraga sederhana, dan pengenalan aplikasi geogebra.

Penulis

 Meti Faroka

Tanggal

  1. PPL Ke-1 : 31 Agustus 2022
  2. PPL Ke-2 : 15 September 2022

Situasi:

Kondisi yang menjadi latar belakang masalah, mengapa praktik ini penting untuk dibagikan, apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini?

 

  • Kondisi yang menjadi latar belakang masalah adalah:
  1. Kemampuan peserta didik dalam melakukan pemecahan masalah masih kurang, yang disebabkan oleh guru belum maksimal memberikan pemahaman kepada peserta didik tentang langkah-langkah penyelesaian pemecahan masalah.
  2. Guru jarang berinovasi dalam pembelajaran, yang disebabkan kompetensi pengetahuan peserta didik (berpikir kritis dan pemecahan masalah), kompetensi intrapersonal peserta didik (kemampuan manajemen diri), dan kompetensi interpersonal peserta didik (kemampuan untuk bekerja dengan orang lain) yang seharusnya dioptimalkan oleh guru dalam proses pembelajaran belum menjadi prioritas.
  • Praktik ini penting untuk dibagikan karena dapat menimbulkan dampak positif dalam proses pembelajaran yaitu:
  1. Problem Based Learning (PBL) dan Discovery Learning (DL) dapat memfasilitasi peserta didik mendapatkan pengalaman pembelajaran yang mampu melibatkan dirinya untuk berperan aktif selama proses pembelajaran dan peran guru adalah sebagai fasilitator.
  2. Problem Based Learning (PBL) dan Discovery Learning (DL) dapat mengembangkan kemampuan peserta didik dalam berliterasi, berpikir kritis, berkomunikasi, bekerjasama, dan berpikir kreatif dengan baik.
  3. Penggunaan LKPD terbimbing pada PBL dengan pendekatan saintifik memberi kemudahan kepada peserta didik dalam memahami langkah pemecahan masalah berdasarkan tahapan polya dan melatih kemampuan pemecahan masalah peserta didik dalam menyelesaikan permasalahan kontekstual.
  4. Penggunaan media pembelajaran yang lebih bervariatif, baik yang berbasis TIK (media PPT, video pembelajaran, penggunaan aplikasi pembelajaran seperti geogebra) maupun berupa alat peraga sederhana membuat peserta didik lebih antusias dan tertantang dalam mengikuti pembelajaran.
  5. Rancangan pembelajaran disusun berdasarkan kebutuhan dan tujuan pembelajaran yang diharapkan, sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan yang teridentifikasi dan terpilih untuk diselesaikan.
  6. Pembelajaran dengan model PBL dan DL adalah alternatif model pembelajaran yang sesuai dengan situasi masa kini.
  7. Pembelajaran yang dilaksanakan memuat upaya dalam peningkatan 4C (Communication, Collaborative, Critical Thinking and Creativity), Higher Order thinking Skill (HOTS), dan Penguuatan Pendidikan Karakter (PPK) peserta didik.
  • Peran dan tanggung jawab dalam praktik ini adalah:
  1. Mengikuti perkuliahan terkait pengantar pelaksanaan PPL ke-1 dan ke-2.
  2. Melakukan diskusi dengan teman PPG kelas matematika, sharing tentang rencana aksi yang akan disusun.
  3. Membuat dan melakukan revisi setelah mendapat bimbingan dari dosen dan guru pamong terkait perangkat pembelajaran meliputi RPP, Bahan Ajar, LKPD, Media Pembelajaran, dan Instrumen Penilaian untuk kegiatan PPL ke-1 dan ke-2.
  4. Membuat media PPT, soal materi prasyarat pada liveworksheet, video pembelajaran, alat peraga sederhana, video tutorial penggunaan aplikasi geogebra.
  5. Mengupload perangkat pembelajaran rencana aksi dan rencana evaluasi untuk kegiatan PPL ke-1 dan ke-2  pada LMS (Learning Management System).
  6. Breafing bersama guru partner yang membantu mendokumentasikan dan membantu persiapan teknis pada kegiatan PPL.
  7. Menyediakan room zoom dan menshare link zoom pada LMS untuk kegiatan PPL ke-1 dan ke-2.
  8. Melaksanakan PPL ke-1 dan ke-2 menggunakan perangkat pembelajaran yang telah dipersiapkan untuk rencana aksi ke-1 dan ke-2.
  9. Mengupload link video full hasil rekaman PPL ke-1 dan ke-2 pada LMS.
  10. Mengedit video pembelajaran pada PPL ke-1 dan ke-2 dengan durasi waktu 15 menit, lengkap dengan keterangan kegiatan pembelajaran sesuai dengan sintak pembelajaran pada RPP, dan menguploadnya pada youtube, serta mengirimkan link video hasil edit tersebut pada LMS.
  11. Melakukan refleksi kegiatan pembelajaran yang sudah dilaksanakan.

Tantangan :

Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut?

 

  • Adapun yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan yaitu:
  1. Persiapan PPL yang dilaksanakan secara Sit In dan harus didokumentasikan menuntut guru untuk melakukan persiapan dengan sebaik-baiknya agar pelaksanaan praktek dapat berjalan dengan sebaik-baiknya.
  2. Mempersiapkan ruangan yang kondusif dan didukung oleh jaringan internet yang stabil untuk pelaksanaan praktik pembelajaran.
  3. Menyusun media pembelajaran yang inovatif, kreatif, dan menarik.
  4. Penayangan media pembelajaran yang bersifat online (video pembelajaran, liveworksheet, dan aplikasi geogebra).
  5. Menyusun instrumen pembelajaran yang berbasis HOTS.
  6. Pemahaman dan motivasi belajar peserta didik yang berbeda-beda menuntut guru mampu mengakomodir semua peserta didik dalam pembelajaran.
  7. Keaktifan peserta didik dalam pembelajaran dan diskusi kelompok.
  8. Keterampilan peserta didik dalam pemecahan masalah.
  9. Keterampilan peserta didik dalam menuangkan ide, gagasan, memodelkan matematika (komunikasi matematika).

Aksi :

Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut/ strategi apa yang digunakan/ bagaimana prosesnya, siapa saja yang terlibat / Apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini?

 

  • Langkah-langkah yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut:
  1. Melakukan Persiapan PPL sebaik mungkin dengan memastikan seluruh perangkat pembelajaran telah siap, dan melakukan breafing dengan guru partner yang membantu mendokumentasikan kegiatan dan rekan yang berperan sebagai operator membantu teknis persiapan Sit In PPL.
  2. Memastikan ruangan terpilih yang akan digunakan untuk praktik pembelajaran didukung oleh jaringan internet yang stabil, dan mempersiapkan tata ruangan kelas sesuai dengan kebutuhan.
  3. Mempelajari cara membuat atau menggunakan media pembelajaran yang menarik.
  4. Guru menyediakan alternatif penayangan media pembelajaran yang bersifat online berupa video pembelajaran dalam bentuk soft copy dan penggunaan aplikasi geogebra dalam bentuk tutorial yang dapat diputar langsung dari laptop.
  5. Mempelajari aturan pembuatan instrumen berbasis HOTS melalui bimbingan dengan Dosen dan Guru Pamong, mempelajari modul, dan mencoba membuat instrumen HOTS tersebut.
  6. Memastikan pembelajaran terlaksana sesuai dengan tahapan yang telah disusun.
  7. Monitoring dan pembagian tugas yang jelas dalam diskusi kelompok.
  8. Membuat dan menggunakan LKPD terbimbing yang dapat menuntun peserta didik dalam pemecahan masalah.
  9. Membimbing dan membantu kesulitan peserta didik dalam pembelajaran terutama dalam meningkatkan kemampuan komunikasi matematika peserta didik.
  • Strategi yang digunakan pada PPL Ke-1, yaitu:
  1. Menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dengan pendekatan saintifik dipadukan dengan metode demonstrasi, diskusi, tanya jawab, dan penugasan pada PPL ke-1.
  2. LKPD yang digunakan adalah LKPD terbimbing dengan langkah pemecahan masalah polya.
  3. Menggunakan media pembelajaran PPT yang terintegrasi dengan LKPD, liveworksheet, dengan menggunakan fasilitas hyperlink.
  4. Menggunakan penilaian pembelajaran pada 3 aspek: sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
  • Strategi yang digunakan pada PPL Ke-2, yaitu:
  1. Menggunakan model discovery learning dengan pendekatan saintifik dan TPACK dipadukan dengan metode demonstrasi, diskusi, dan tanya jawab pada PPL ke-2.
  2. Menggunakan media pembelajaran lebih variatif mulai dari video pembelajaran, alat peraga, dan aplikasi geogebra dalam pembelajaran.
  3. Meggunakan alat peraga sederhana sebagai media agar peserta didik dapat melakukan uji coba untuk mengkonstruk pengetahuannya tentang konsep refleksi.
  4. Membuat video pembelajaran untuk kegiatan apersepsi dan motivasi, serta video tutorial penggunaan aplikasi geogebra pada konsep translasi.
  5. Menggunakan penilaian pembelajaran pada 3 aspek: sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
  • Proses Pembelajaran pada PPL Ke-1, yaitu:
  1. Melaksanakan pembelajaran dengan 3 tahap kegiatan, yaitu kegiatan pendahuluan: melaksanakan tahapan kegiatan pendahuluan mulai dari berdo’a, memeriksa kehadiran peserta didik, apersepsi, pemberian motivasi dan tujuan pembelajaran, serta menyampaikan mekanisme pembelajaran yaitu pembelajaran dilakukan secara diskusi berkelompok, perwakilan kelompok harus mempresentasikan hasil diskusi, penilaian pada 3 aspek, dan di akhir pembelajaran akan diberikan soal kuis.
  2. Kegiatan inti, melaksanakan pembelajaran sesuai dengan sintak pembelajaran PBL, dengan 5 tahap pembelajaran: orientasi peserta didik pada masalah, mengorganisasikan peserta didik untuk belajar, membimbing penyelidikan individu dan kelompok untuk memecahkan masalah, mengembangkan dan menyajikan hasil karya, dan menganalisis dan emgevaluasi proses pemecahan masalah.
  3. Kegiatan penutup: peserta didik membuat kesimpulan, melakukan refleksi pembelajaran, menyampaikan informasi materi pembelajaran yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya, dan berdo’a di akhir pembelajaran.
  4. Proses pembelajaran pada PPL ke-1 ini sebagaimana dapat dilihat pada link berikut: Kegiatan Pembelajaran pada PPL Ke-1 .
  • Proses Pembelajaran pada PPL Ke-2, yaitu:
  1. Melaksanakan pembelajaran dengan 3 tahap kegiatan, yaitu kegiatan pendahuluan: melaksanakan tahapan kegiatan pendahuluan mulai dari berdo’a, memeriksa kehadiran peserta didik, apersepsi, pemberian motivasi dan tujuan pembelajaran, serta menyampaikan mekanisme pembelajaran yaitu pembelajaran dilakukan secara diskusi berkelompok, perwakilan kelompok harus mempresentasikan hasil diskusi, penilaian pada 3 aspek, dan di akhir pembelajaran akan diberikan soal kuis.
  2. Kegiatan inti melaksanakan pembelajaran sesuai dengan sintak pembelajaran DL dengan 6 tahap pembelajaran: stimulation, problem statment, data collecting, data processing, verification, dan generalization.
  3. Kegiatan penutup: peserta didik membuat kesimpulan, melakukan refleksi pembelajaran, menyampaikan informasi materi pembelajaran yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya, dan berdo’a di akhir pembelajaran.
  4. Proses pembelajaran pada PPL ke-2 ini sebagaimana dapat dilihat pada link berikut: Kegiatan Pembelajaran pada PPL Ke-2 .
  • Yang terlibat pada PPL Rencana Aksi Ke-1 dan Ke-2, yaitu:
  1. Peserta didik sebagai sentral dalam proses pembelajaran.
  2. Guru sebagai fasilitator.
  3. Dosen dan guru pamong sebagai pembimbing dalam proses melaksanakan pembelajaran PPL.
  4. Kepala madrasah sebagai pemangku wewenang memberikan dukungan berupa penyediaan fasilitas dan izin pelaksanaan praktek.
  5. Guru rekan sejawat yang membantu mendokumentasikan kegiatan pembelajaran dan operator yang membantu teknis persiapan PPL.
  • Sumber daya atau materi yang dibutuhkan untuk melaksanakan strategi, yaitu:
  1. Alat pendukung yang digunakan untuk melaksanakan rencana aksi terdiri dari: laptop, LCD proyektor, kamera/HP untuk merekam, pen tablet, tripod, pengeras suara, pointer, server internet.
  2. Alat peraga sederhana terbuat dari steroform dan kertas warna.

Refleksi Hasil dan Dampak

Bagaimana dampak dari aksi dari Langkah-langkah yang dilakukan? Apakah hasilnya efektif? Atau tidak efektif?  Mengapa? Bagaimana respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan, Apa yang menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan? Apa pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut?

 

  • Dampak dari aksi dan langkah-langkah yang dilakukan, yaitu:
  1. Pembelajaran dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana.
  2. Tercapainya kegiatan sesuai dengan yang diharapkan, yaitu peserta didik dapat mengenal, mencoba, dan melakukan pemecahan masalah dengan tahapan pemecahan masalah polya.
  3. Peserta didik mengikuti pembelajaran dengan aktif dan berkolaborasi bertukar pikiran dalam kelompoknya.
  • Efektifitas pembelajaran dengan strategi yang digunakan, yaitu:
  1. Hasilnya efektif, karena peserta didik terlibat aktif dalam proses pembelajaran dan dapat mengkonstruk pengetahuannya sendiri.
  2. Peserta didik memahami konteks pembelajaran yang dipelajari dikaitkan dengan kegiatan sehari-hari.
  3. Peserta didik memahami langkah pemecahan masalah dengan tahapan polya.
  • Respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan, yaitu:
  1. Respon kepala madrasah sangat baik dan sangat mendukung pelaksanaan praktik pembelajaran ini.
  2. Rekan guru matematika lain, menilai positif terhadap praktik pembelajaran yang dilaksanakan karena memang itu yang seharusnya dilakukan oleh seorang guru, yaitu melakukan inovasi dalam pembelajaran agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik.
  • Faktor pendukung keberhasilan, yaitu:
  1. Kepala madrasah sangat mendukung pelaksanaan praktik pembelajaran ini, terlihat dari dukungan yang diberikan baik secara moril maupun keleluasaan untuk memanfaatkan semua fasilitas yang tersedia di madrasah.
  2. Rekan guru, operator, yang turut membantu mulai dari tahap mempersiapkan alat, sampai pendokumentasian kegiatan.
  3. Situasi dan kondisi di madrasah sangat mendukung terlaksananya kegiatan praktik pembelajaran baik pada PPL ke-1 dan PPL ke-2
  4. Jaringan internet yang mendukung kegiatan PPL ke-1 dan ke-2 stabil dan kuat.
  5. Persiapan dilakukan dengan sebaik mungkin sebelum kegiatan praktik dilaksanakan, mulai dari pembuatan perangkat dengan bimbingan dosen dan guru pamong, dan studi literatur. 
  • Faktor penyebab ketidakberhasilan, yaitu:
  1. Pada PPL ke-1 zoom yang digunakan untuk Sit In, sempat termute (kurang terkontrol), namun alhamdulillah dapat segera diketahui dan diatasi.
  2. Pada PPL ke-2 kamera hp yang digunakan untuk merekam pembelajaran dalam posisi diam, tidak dapat merekam keseluruhan kegiatan pembelajaran karena memori yang penuh.
  • Pembelajaran dari keseluruhan proses praktik yang telah dilaksanakan, yaitu:
  1. Penentuan strategi pembelajaran yang akan dilaksanakan disesuaikan dengan hasil identifikasi masalah, eksplorasi penyebab masalah, dan analisis masalah.
  2. Pembelajaran yang dilaksanakan adalah pembelajaran yang variatif dan inovatif.
  3. Keterampilan pemecahan masalah dan komunikasi matematika penting untuk dilatih dan ditingkatkan dalam pembelajaran.
  4. Perangkat pembelajaran dibuat dengan baik dan optimal.
  5. instrumen soal yang digunakan didasarkan pada permasalahan kontekstual dan berbasis HOTS.

 

Demikian Best Practice yang telah disusun, semoga bermanfaat.


Go Back To Home

Jadwal Sholat

Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya

Memuat tanggal...

Imsak--:--
Subuh--:--
Terbit--:--
Dhuha--:--
Dzuhur--:--
Ashar--:--
Maghrib--:--
Isya--:--

Peta Belum Disematkan

Mars Madrasah